Minggu, 24 Januari 2016

Malaikatku Lewat Mbak Yana

     Jum'at 22 januari 2016 saya punya niatan untuk pulang ke nganjuk naik kereta penataran dhoho jam 14.33 tapi saya juga punya niatan ambil uang dulu di ATM tapi karna waktu yang kepepet akhirnya tidak ambil uang dan saya juga beranggapan bahwa uang saya cukup untuk di buat pulang saja dengan uang 15.000 untuk karcis KA 2000 untuk beli air minum 4000 untuk naik angkot dan tinggal 5000 di kantong celana. sesampainya di stasiun saya membeli tiket dan menunggu kereta di dalam, karna menunggu adalah hal yang membosankan akhirnya saya membuka percakapan dengan orang di sebelah kanan saya yang bernama Wulan asli Tulungagung jurusan pendidikan sejarah 2015, di samping itu ada ibu-ibu yang duduk di sebelah kiri jarak satu kursi beliau asli malang ingin ke blitar. cukup lama berbincang-bincang dengan wulan maupun dengan ibu-ibu itu akhirnya ada seorang yang duduk disebelah kiri saya yang kosong dia bernama mbak yana asli kediri jurusan pendidikan ips 2013 dan sama dengan saya, sama-sama tidak dapat tempat duduk. 

     Syukur alhamdulillah kereta apinya sudah datang dengan keterlambatan setengah jam lebih. saya mencari tempat yang kosong dengan mbak yana, kita ngobrol di dalam kereta api sampai saya tertidur dan saya ingat betul kalau terakhir saya tahu saya masih di stasiun ngebruk kereta berjalan dan saya pun tertidur, bangun-bangun orang-orang pada keluar dan saya tanya sama mbak yana "kenapa mbak" dan mbak yana bilang "ayo dhek naik bis saja" awalnya masih bingung dan akhirnya tahu juga kalau penumpang kereta api di turunkan semua karna terowongannya ambles. Saya nuker tiket dan mbak yana jaga barang-baranng setelah cukup lama antri buat nukerin tiket ke uang saya menuju ke mbak yana dan minjem uang 10000 dan mbak yana tidak keberatan. saya dan mbak yana keluar stasiun dan bingung ke arah mana kita melangkah dan akhirnya ada cewek 2 dan kami pun mengikutinya juga kenalan ternyata dia itu mau ke kertosono di rumah neneknya dan itu sama tujuannya dengan saya. dan akhirnya saya, mbak yana, mbak priska dan adhiknya mencari bis yang jurusan ke blitar pertama penuh dan kedua alhamdulillah kita naik sekitar 3 jam lebih kita baru nyampek terminal blitar dan kita berpisah dengan mbak yana, sungguh baiknya mbak yana ke saya dia bilang " dhek uangnya kurang tidak" dan saya menjawab "enggak deh mbak uangnya pas kok, makasih yaa mbak" Setelah nunggu bis jurusan kediri cukup lama akhirnya datang juga dan saya duduk dengan mbak yofi poltek malang 2015 dia asli kediri. perjalanan blitar ke kediri cuma 1 jam + nunggu penumpang full setengah jam. mengisi kebosenan dan jengkel saya mengajak mbak yofi berbincang-bincang. 
     Sampai kabupaten kediri cukup panjang perjalanannya dan kena macet lampu merah dan saya melihat kakak saya di pinggir jalan yang nungguin saya, saya pun turun, duduk sebentar di depan toko yang udah tutup dan setelah itu saya di bonceng sama kakak saya. Saat dibonceng, saya di suruh nangis oleh kakak saya karna tadi ayahku tahu keadaan saya tadi beliau nangis dan berkata "andai aku enggak sakit aku bakalan jemput yuyun ke blitar, aku sekarang enggak berguna lagi" dan seketika itu air mataku mengalir,saya sadar kalau ayah selalu ada untukku kapanpun dan dalam masalah apapun. dalam situasi seperti itu saya cuma ingat sama ayah, saya bicara didalam hati "ayah aku takut, aku dimana? ayah cepet sembuh ya yah aku sayang ayah" dan sampai rumah jam 22.15 dan aku nahan nangis di depan ayah, saya juga enggak kuat memandang wajah ayah yang penuh penyesalan itu. 

 SABAR YA YAH ORANG YANG BUAT AYAH SEPERTI INI AKAN NERIMA AKIBATNYA, AYAH HARUS KUAT
TERNYATA TEMAN DEKAT ITU TAK SELAMANYA BAIK
GWS AYAH...

4 komentar:

  1. sabar ya. semua pasti ada balasannya

    BalasHapus
  2. Amin... cuma doa dan keikhlasan yang bisa buat ayahku sembuh...
    bantu doanya ya sayang...

    BalasHapus
  3. Barir komen terus...

    Tukang komen bayaran yo? oleh bayaran piro teko Desi? kwkwkwkwkw...

    BalasHapus
  4. hahaha... dia tak gaji dengan sebuah keikhlasan sahabat...

    BalasHapus